Terima titip jual rumah secondary di wilayah Kota Batam

Membeli rumah hampir sama rumitnya dengan mencari pasangan hidup karena akan menjadi milik kita selamanya. Memilih rumah yang baik akan cukup menyita energi karena kita harus hati-hati untuk menghindari salah langkah dan kecewa dikemudian hari. Memilih rumah di perumahan misalnya, bisa menjadi satu alternatif untuk kamu yang kebetulan sedang mencari rumah.

Rumah di perumahan otomatis akan memberikan kamu banyak keuntungan misalnya tetangga baru dan pengalaman baru hidup bersama dengan komunitas besar. Saat ini banyak pengembang yang membangun perumahan.

Selain pembangunan rumah, para pengembang juga membangun pertokoan, fasilitas umum dan sarana olahraga untuk menarik perhatian calon pembeli.

Untuk kamu yang tertarik membeli rumah di kawasan perumahan, baiknya melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Lakukan survey secara mendetail tentang perumahan yang akan kita beli. Survey bisa dilakukan baik melalui Internet atau survey lapangan. Buat komparasi, scoring, dan analisa berdasarkan parameter dan spesifikasi rumah yang kita inginkan.

  2. Pemilihan rumah sendiri bisa menggunakan beberapa parameter, misalnya seperti di bawah.

    • Posisi di dalam atau di luar cluster. Untuk keluarga muda yang masih memiliki anak kecil, pilihan rumah di dalam cluster lebih memudahkan dalam manajemen anak. Di dalam cluster juga relatif lebih aman karena biasanya ada satpam cluster yang menjaga arus keluar masuk mobil dan barang.

    • Kedekatan dengan taman

    • Arah hadap rumah (timur, selatan, barat, utara). Ingat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sesuaikan apakah kita ingin mendapatkan matahari pagi atau sore, demikian juga dengan matahari dari depan, belakang, samping kanan atau kiri rumah kita.

    • Posisi di hook yang ada kelebihan tanah atau tidak. Ketersediaan sisa tanah dan letak rumah di hook (pinggir) memungkinkan kita dengan mudah merenovasi rumah. Konsekuensinya adalah harganya yang relatif lebih mahal

  3. Datangi pemasaran (marketing) perumahan dan minta informasinya rumah dari yang kita beli dengan lebih detail. Pada saat sekarang ini akses informasi perumahan banyak beredar di Internet. Biasanya calon pembeli (konsumen) mencari informasinya terlebih dahulu dengan cara “googling” dan setelah mendapatkan informasi yang cukup, kita bisa menghubungi nomor yang tertera di postingan tersebut. Dan setelah itu minta pihak pemasaran perumahan untuk mengantar kita langsung ke lokasi atau cluster yang kita pilih. Interview tetangga sekitar atau satpam apabila masih ada informasi yang kita butuhkan.

  4. Status rumah ada dua: siap huni dan indent. Untuk rumah yang statusnya “siap huni”, biasanya kita bisa langsung melihat rumah yang ingin kita beli. Sebagian besar perumahan menggunakan model “indent”, jadi kita hanya bisa memilih lokasi dari gambar site map, dan kita harus menunggu 8-24 bulan dari akad kredit untuk proses pembangunan rumah.

  5. Masalah harga rumah, kita harus teliti dengan yang satu ini. Cek lagi, harga rumah sudah mencakup apa saja. Biasanya harga rumah sudah termasuk PPN 10%, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan biaya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Tapi harga belum termasuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB) dan biaya KPR (provisi, notaris, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, APHT). Harga rumah (tanah dan bangunan) ditambah dengan BPHTB biasanya disebut dengan “harga pengikatan”. Untuk di Kota Batam ada beberapa pengembang atau developer yang memasukkan biaya-biaya Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB) dan biaya KPR ke dalam harga rumah untuk memudahkan konsumen (calon pembeli) yang hanya memiliki biaya terbatas untuk membayar DP (down payment) tetapi dari segi penghasilan bulanan mencukupi untuk pembayaran cicilan KPR setiap bulan.

  6. Untuk pembayaran rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, perhatikan tahapan pembayaran rumah dari uang tanda jadi sampai akad kredit. Jangan sampai kita salah paham atau lebih bahaya lagi, bila kita keliru (kurang) dalam menyiapkan uang. Yang pasti proses administrasi dan pembayaran perumahan adalah seperti berikut:

    • Mari kita asumsikan bahwa hari ini kita melakukan pembayaran uang “tanda jadi” atau Booking Fee. Uang tanda jadi untuk perumahan di Kota Batam bervariasi antara 2, 3, 5 juta, tergantung ketentuan dari perumahan yang kita pilih. Perlu diperhatikan bahwa uang “tanda jadi” tidak akan kembali, apabila kita membatalkan pembelian rumah atau KPR kita tidak memenuhi persyaratan (ditolak). Kebanyakan yang tidak memenuhi persyaratan (ditolak) itu pernah mempunyai riwayat kredit macet di BANK atau biasa juga disebut BI cheking bermasalah. Setelah membayar uang “tanda jadi” (booking fee) kita akan mendapatkan dokumen bukti pembayaran bernama “surat pesanan tanah dan bangunan”.

    • Seminggu kemudian kita harus sudah membayar uang muka atau Down Payment (DP). Biasanya minimal 20% atau 30%. Semakin tinggi DP yang kita bayarkan, maka akan mengurangi beban angsuran KPR rumah bulanan, dan di sisi lain memperbesar peluang kita memperoleh KPR. Minta marketing perumahan untuk membuatkan simulasi besaran ansuran bulanan yang harus kita bayarkan, untuk durasi 5, 10 dan 15 tahun dengan DP yang kita tentukan. 10 tahun mungkin ideal untuk KPR, karena angsuran tidak mencekik seperti halnya bila durasi angsuran 5 tahun, atau bunga bank tidak mencekik bila durasi angsuran 15 tahun.

    • Setelah pembayaran DP kita menunggu proses approval KPR dari bank. Sambil menunggu aproval KPR dari bank, kita akan diminta menandatangani dokumen “Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah dan Bangunan” (PPJBTB). Pelajari dengan baik dan pertanyakan pasal-pasal yang masih membingungkan ke pemasaran perumahan yang mengurus rumah yang kita beli. Tanda tangani surat tersebut bila semua pasal dan ayat sudah kita pahami dan pelajari dengan baik.

    • Beberapa dokumen lain yang kita harus tanda tangani selain PPJBTB misalnya adalah dokumen “tata tertib lingkungan perumahan”, yang berisi peraturan-peraturan dan kewajiban yang harus kita lakukan setelah kita menghuni perumahan tersebut.

    • Apabila KPR lancar, biasanya sekitar 10-30 hari setelah DP, kita sudah bisa akad kredit. Akad kredit adalah titik awal dimulainya KPR kita. Bulan berikutnya kita sudah mulai membayar angsuran bulanan kita.

  7. Untuk rumah yang siap huni, biasanya memerlukan waktu 1-2 bulan dari akad kredit, sampai rumah bisa kita tempati (serah terima rumah). Biasanya proses 1-2 bulan itu digunakan untuk: melakukan pembersihan dan pengecatan ulang rumah, pendaftaran PLN, ATB (pihak pengelola air bersih di Kota Batam), dsb.

  8. Kita mendapatkan waktu garansi kerusakan rumah atau kadang disebut “masa pemeliharaan”, dengan durasi 3-6 bulan dari proses serah terima rumah. Waktu garansi (masa pemeliharaan) itu bisa gunakan untuk komplen dan meminta perbaikan gratis apabila rumah kita bocor, dinding retak atau kerusakan lain.

  9. Sebaiknya dalam masa pemeliharaan, jangan dulu melakukan renovasi rumah secara signifikan, karena itu akan menghilangkan 3-6 bulan garansi kerusakan. Masalah ini biasanya tertulis jelas di PPJBTB.

Yuk intip rumah berkonsep unik di daerah Tiban https://www.rumahdibatam.com/winner-mangrove-millenium/

Perumahan lokasi strategis dekat dengan bandara https://www.rumahdibatam.com/winner-deluxe-place/